Jangan Ganggu Pemain PSG atau Bernasib Seperti Barca

Foto: Instagram/Neymarjr

Jadi orang haruslah tahu diri. Jangan pernah cari gara-gara dengan orang yang lebih kuat dari kita. Begitulah prinsip dalam hidup ini yang sering dikatakan oleh orang-orang. Saya separuh sepakat dengan prinsip itu. Jangan pernah memulai peperangan yang kita tidak punya keyakinan untuk menang. Kecuali, jika kita sudah punya rencana dan sangat yakin bahwa kita akan berada di sisi yang bersorak gembira di ujung pertempuran.

Barcelona mungkin selama ini merasa dirinya adalah klub adidaya. Selama hampir satu dekade, mereka dan Real Madrid bisa dibilang merajai Eropa. Tak heran banyak pemain yang ingin ikut merasakan kejayaan itu — selain tentunya bermain dengan sang legenda Messi.

Dan Barcelona tahu itu. Mereka sering mengeksploitasi kelebihan itu. Kalau ingin merekrut pemain dengan harga murah yang mereka lakukan simpel. Cukup hembuskan kabar kalau mereka menginginkan seorang pemain. Si pemain kemudian ngambek. Mau tak mau klub si pemain tersebut harus duduk di meja negosiasi dengan Barcelona dan merelakan si pemain pergi.

Selama ini, cara itu sukses mendatangkan pemain bintang ke Barcelona. Sampai kemudian mereka cari gara-gara dengan sebuah klub yang salah. Klub sultan yang paling sultan. Klub itu adalah Paris Saint-Germain (PSG).

Coba kita perhatikan. Setiap kali Barcelona cari gara ke PSG dengan cara berupaya merekrut pemain bintang PSG, selalu terjadi kekacauan balik di tubuh Barcelona. Sekitar tahun 2016, santer beredar isu Barcelona meminati Marco Veratti. Gelandang kreatif PSG ini mungkin dianggap sebagai calon pengganti Iniesta yang kala itu berada di ujung karirnya.

Yang jadi masalah, Barcelona sepertinya kesulitan untuk menawar Veratti. Hal yang wajar karena bagaimana mungkin mengajukan penawaran yang menarik kepada klub yang tak butuh uang. Bahkan klub ini adalah yang paling kaya sejagat. Tapi Barca tak mau surut. Akibatnya, isu ini hanya berputar-putar tanpa penyelesaian. Konon Veratti sampai terganggu dan hal ini berpotensi menular ke lapangan.

Sepertinya jengah dengan gangguan Barcelona, PSG melakukan serangan balik yang sangat telak. PSG mendadak membajak pemain andalan Barcelona, Neymar Jr. Klausul rilis Neymar yang rasa-rasanya tak mungkin ditebus sebesar €222 juta nyatanya dibayar kontan.

Saya cukup yakin PSG sebenarnya tidak butuh-butuh amat Neymar. Kalau memang sebegitu butuhnya, sudah barang tentu dari dulu direkrut. Sepertinya PSG cuma ingin berkirim pesan. Jangan main-main dengan klub sultan. Orang kaya mah bebas.

Hal ini kemudian merusak keseimbangan Barcelona. Trio Messi-Suarez-Neymar (MSN) ini lebih dari sekedar trio penyerang. Mereka teman akrab. Messi tampaknya tidak terima. Dan jadi sering uring-uringan dengan manajemen klub.

Seakan tidak belajar dari kesalahan, Barcelona lagi-lagi berupaya mengusik pemain PSG. Tepatnya di awal musim 2019/2020. Pemain itu adalah Neymar Jr. Pemain yang sama yang dulu pergi. Mereka ingin memulangkannya demi Messi. Sejumlah upaya dilancarkan. PSG bergeming. Mereka tak butuh uang.

Mendadak Neymar bermasalah dengan manajemen klub. Mungkin agar diizinkan pergi. Puncaknya terjadi saat Neymar melakukan wawancara dengan Oh My Goal. Neymar mengatakan bahwa momen paling istimewa dalam karirnya adalah kemenangan Barcelona 6-1 melawan, ehm, PSG.

Sontak hal ini memicu konflik bukan hanya antara Neymar dengan manajemen klub, melainkan juga dengan fans PSG. Suka atau tidak suka bermain untuk PSG, Neymar dibayar mahal. Lumrah kalau fans menuntut Neymar untuk lebih menunjukkan respek pada klub.

Saya rasa adalah hal yang wajar kalau kita menganggap Messi ada di balik semua ini. Bisa jadi ada komunikasi internal antara Messi dengan Neymar agar Neymar mencari perkara supaya diusir oleh PSG. Tentu kita tidak tahu faktanya. Mereka berdua saja yang tahu.

PSG melunak. Neymar boleh pulang kalau uang sebesar €222 juta dikembalikan utuh. Tak ada opsi B. Masalahnya, Barcelona tak sekaya itu. Bursa transfer ditutup. Neymar tidak jadi pergi.

Pelan-pelan Neymar menata hati. Ia akhirnya kembali tampil dengan baik. Mungkin sebagai bentuk apologi.

Dan kemudian prahara terjadi di Barcelona. Mereka diberangus 2-8 oleh Bayern Munich di perempat final UCL. Implikasinya jelas, Messi mendadak ingin pergi. Situasi berbalik. Kini malah Messi yang akan direkrut PSG. Agar bisa reuni dengan Neymar. Belum selesai sampai di sana. Barcelona malah bikin blunder dengan melepas sobat kentel Messi, Luis Suarez. Tak ada lagi lagi alasan bagi Messi untuk bertahan.

Namun karena ada kerumitan dalam kontrak, Messi tidak jadi pergi. Barcelona juga konon menolak tawaran dari Manchester City dan PSG. Tebus klausul rilis sebesar €700 juta atau tidak sama sekali. Messi putuskan habiskan kontrak, dan pergi di akhir musim ini. Kalau sampai Messi melanjutkan karirnya di PSG, genap sudah pembalasan. Suruh siapa melawan sultan.

Dari sini klub-klub lain harus belajar, jangan pernah berurusan dengan PSG. Kalau memang meminati salah satu pemainnya, tawar baik-baik. Kalau tidak dapat harga yang cocok, lebih baik mundur alon-alon. Jangan sampai bernasib sama seperti Barcelona. Hidup itu harus tahu diri.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas footballmagz.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas