Tepatkah Suarez Sebagai Alternatif Dzeko Bagi Juventus?

Luis Suarez (Sumber: Instagram)

Juventus sedang berbenah. Musim lalu mereka tampil buruk. Kepayahan hanya untuk sekedar juara liga dan tersingkir di babak 16 besar dari Lyon, Juventus musim lalu bukanlah Juventus yang kita kenal dalam sewindu terakhir.

Lini serang menjadi sorotan. Juventus terlalu bergantung pada duo Ronaldo-Dybala. Sementara Higuain gagal memenuhi tuntutan permainan Juventus. Hanya 11 gol dari 44 penampilan di seluruh kompetisi jelas tidak mencerminkan perannya sebagai seorang poacher. Apalagi, whoscored memberikan skor rata-rata 6,86 atas penampilan Higuain sepanjang musim.

Pengganti pun segera dicari. Dan ini yang membuat para pecinta bola mengernyitkan dahi. Pirlo menginginkan Edin Dzeko. Bukan apa-apa, Dzeko berusia 34 tahun. Skema tukar-tambah dengan Khedira pun dicoba. Tapi berat. Dzeko adalah pemain kunci Roma. Juve harus bayar mahal atau lebih baik mundur alon-alon.

Alternatif pun dicari. Masih bikin para fans bingung. Luis Suarez yang jadi pilihan. Lagi-lagi veteran, 33 tahun. Tak terpakai di Bercelona musim depan, konon Suarez akan dilepas gratis. Rumor yang beredar, justru Suarez yang minta kompensasi jika kontrak diputus Barca. Juve pun jadi yang terdepan dalam perburuan Suarez.

Pertanyaannya, mengapa Dzeko dan Suarez? Di tengah anggapan skuad Juventus sudah terlalu tua, mengapa mencari orang yang bahkan lebih tua lagi? Apa yang Pirlo lihat dari keduanya?

Well, mungkin kita bisa mengingat-ingat bagaimana Pirlo dulu bermain. Pirlo adalah seorang italiano sejati. Memainkan sepakbola kompleks dengan killer pass dari belakang langsung mengekspos celah pertahanan lawan. Hal ini membutuhkan target man di depan yang sanggup menahan bola. Dan salah satu pemain yang memainkan peranan ini dengan sangat baik di Liga Italia adalah Dzeko.

Namun, mengeluarkan Dzeko dari AS Roma nampaknya sangat tidak masuk akal. Roma tidak akan melepasnya dengan harga murah. Di sisi lain, usia Dzeko yang sudah mencapai 34 tahun tentu mengakibatkan Juventus tak rela mengeluarkan uang banyak untuk menebusnya. Di sinilah Suarez unggul. Apalagi, secara teknis Suarez juga seorang penyerang yang memiliki kapabilitas untuk menahan bola.

Namun, ada perbedaan gaya bermain diantara keduanya. Dengan tinggi 193 cm, Dzeko unggul jauh dalam hal duel-duel udara dibandingkan Suarez yang hanya bertinggi 182 cm. Rataan kemenangan Dzeko dalam duel udara mencapai 3,7 kali per laga sepanjang musim lalu. Bandingkan dengan Suarez yang hanya mencatatkan angka 0,5 per laga. Itu artinya, Suarez memenangkan hanya satu duel udara dalam dua pertandingan.

Akan tetapi, Suarez lebih klinis dalam hal penyelesaian. Suarez membukukan 23 gol dan 10 assist dalam 39 penampilan. Sementara, Dzeko “hanya” membukukan 19 gol dan 8 assist dari 43 pertandingan. Suarez mungkin kalah dalam duel udara, namun ia akan sangat berguna dalam skema serangan balik. Meski demikian, perlu diingat bahwa Suarez melakukannya di Liga Spanyol yang gaya permainannya cenderung lebih terbuka.

Kalau melihat heatmap keduanya, Dzeko memang menunjukkan keunggulannya sebagai seorang penahan bola. Dzeko bisa menahan bola dari tengah lapangan dan juga dari dalam kotak penalti. Sementara Suarez lebih banyak beroperasi di luar kotak penalti.

Dari sisi kemampuan bertahan, Dzeko juga lebih unggul. Di musim lalu, Dzeko melakukan 0,2 intersep, 0,5 tekel, dan 0,5 kali menang perebutan bola per laga. Bandingkan dengan masing-masing 0,0; 0,1; dan 0,4 milik Suarez untuk statistik yang sama.

Berdasarkan data-data di atas, agaknya berisiko jika Juventus merekrut Luis Suarez. Dzeko tampaknya akan lebih sesuai dengan gaya italiano Pirlo. Suarez memang sanggup menjadi penyerang penahan bola, namun Juventus harus menyesuaikan ekspektasinya. Jika Juventus buntu dan memerlukan pemain yang bisa memenangkan duel-duel udara di dalam kotak penalti lawan, Suarez tampaknya bukan opsi terbaik. Akan tetapi, jika yang dibutuhkan adalah penyerang yang klinis menyelesaikan killer pass dari Arthur Melo di lini tengah, Suarez mungkin opsi yang lebih tepat. Apalagi, Arthur dan Suarez sudah biasa bermain bersama di Barcelona. Kita nantikan saja akhir dari drama ini.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas footballmagz.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas